Saya tahu kalau mem-post ini sudah terlalu telat tapi gapapa lah yaa. Pepatah mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)
Jadi kemarin tanggal 8 Juli 2009, saya mengikuti Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia untuk memilih Presiden secara langsung. Saya memilih sekitar jam 10.30 dan kebeetulan TPS di rumah saya sepi.
DPT yang diantarkan ke rumah saya melebihi jumlah yang seharusnya karena di Kartu Keluarga saya masih ada satu keluarga saya yang belum kami urus kepindahannya jadi sebenarnya kalau mau DPT itu bisa dipakai tapi kan kami bukan keluarga curang.
Untuk beberapa saat perjalanan menuju TPS saya jadi berpikir. Oh ini toh salah satu alasan yang diprotes mereka tentang nama fiktif dan apapun itu yang mereka katakan mengenai salahnya DPT kita yang baru disadari 2 hari sebelum pemilu. Ya saya jadi berpikir bisa jadi kan kejadiannya persis seperti saya dan ternyata saudara saya yang tercantum di TPS saya juga memilih di tempat lain. Tapi toh kenyataannya tidak dipakai. Jadi ya banyak faktor lah yang menyebabkan suatu nama bisa fiktif. Maksud saya, faktor itu bukan cuma untuk menggelembungkan suara :)
Anyway, pagi-paginya saya dapat SMS dari Radix untuk memfoto surat suara saya. Dan saya akan mengunggah gambarnya di entry ini.


CONTRENG NO. 3!
eh udah ga ngaruh ya kampanyenya? hahahhaa




